Penguatan Kompetensi Mahasiswa melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Ilmu Perpustakaan UINSU

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UINSU Dilepas untuk PPL di 15 Instansi Perpustakaan di Kota Medan

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di 15 instansi perpustakaan yang tersebar di Kota Medan. Kegiatan pelepasan ini menjadi penanda dimulainya proses pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkuat kompetensi profesional mahasiswa di lingkungan kerja nyata.

Sebanyak 15 instansi menjadi lokasi penempatan PPL, di antaranya perpustakaan perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan, serta perpustakaan umum seperti Perpustakaan Daerah Sumatera Utara dan Perpustakaan Kota Medan. Penempatan ini diharapkan memberi pengalaman beragam, mulai dari layanan sirkulasi, pengolahan koleksi, hingga pengelolaan layanan informasi berbasis teknologi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UINSU menekankan bahwa PPL bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan profesionalisme mahasiswa. Mahasiswa diminta untuk menjaga kesantunan dalam berinteraksi, menjunjung tinggi kejujuran, mematuhi etika akademik, serta menjaga nama baik almamater selama menjalani PPL di instansi masing-masing.

Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata. Sikap, perilaku, dan integritas justru menjadi prioritas utama yang akan membentuk kepercayaan institusi terhadap lulusan Ilmu Perpustakaan UINSU. Dengan integritas yang kuat dan etos kerja yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kompetensi sebagai calon pustakawan profesional yang adaptif dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman dan peningkatan literasi informasi, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pembentukan sikap profesional, berintegritas, dan beretika dalam tata kelola layanan informasi. Peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat menjadi instrumen strategis dalam mendorong masyarakat yang inklusif, berpengetahuan, dan berkeadaban.

Dalam perspektif keislaman, PPL ini merupakan bagian dari ikhtiar menunaikan amanah keilmuan (‘ilm) yang harus diwujudkan dalam bentuk kemanfaatan nyata bagi umat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan kompetensi teknis kepustakawanan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak mulia sebagai manifestasi dari integritas akademik. Dengan demikian, sinergi antara penguatan kompetensi, nilai-nilai Islami, dan agenda pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lulusan Ilmu Perpustakaan UINSU yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.