06 Oktober 2019 20:07 wib
  • akademik

Medan, 3 Oktober 2019

Kegiatan peninjauan kurikulum program studi merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan secara berkala 4 atau 5 tahun sekali. Kegiatan ini merupakan amanat lembaga pendidikan, dalam hal ini program studi, untuk selalu melakuka peninjauan terhadap kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, regulasi dan perkembangan teknologi informasi. Sejalan dengan amanat Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) nomor 44 tahun 2015, bahwa dalam rangka pengelolaan proses pembelajaran dan untuk menjamin mutu akademik, program studi Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan kegiatan workshop peninjauan kurikulum pada tanggal 3 Oktober 2019. Sebagaimana yang telah diatur dalam buku Panduan Pengembangan Kurkulum yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi tahun 2019 bahwa siklus kegiatan peninjauan kurkulum harus melalui lima tahap, yaitu: melakukan need assesment, mendesain kurikulum, melaksanakan kurkulum, mengevaluasi kurikulum. 

Kegiatan need assessment dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2019 dimana pengelola program studi mengundang para dosen di bidang rumpun ilmu perpustakaan untuk melakukan analisa terhadap kurikulum yang ada, apakah masih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Diantara para dosen yang terlibat dalam pertemuan ini adalah: Retno Sayekti, Abdul Karim Batubara, Franindya Purwaningtyas, Abdi Mubarak Syam, Muslih Faturrahman, Miftha Khulzannah, dan Aulia Rahma. Dari pertemuan yang dihadiri oleh tujuh orang dosen yang berlatar belakang S2 Ilmu Perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi, prodi mendapatkan masukan-masukan sebagai berikut: 

 1. Ada beberapa matakuliah yang perlu digabungkan karena adanya pengulangan konten pokok bahasan, dan atau karena pembahasannya yang terlalu sempit. Diantara matakuliah tersebut adalah:

  • Mata kuliah Sumber Rujukan Islam bergabung dengan mata kuliah Sumber Rujukan Umum dan Islam sebagai materi perkuliahan (team teaching)
  • Mata kuliah Analisis Subjek bergabung dengan mata kuliah Klasifikasi sebagai materi perkuliahan.
  • Mata kuliah Kebebasan Intelektual bergabung dengan mata kuliah Komunikasi Ilmiah.
  • Mata kuliah Kebijakan Informasi bergabung dengan mata kuliah Informasi dan Masyarakat.???????

2. Ada matakuliah yang perlu ditambah karena belum ada didalam kurikulum yang ada sementara keterampilan dalam bidang itu dibutuhkan di pasar kerja. Diantara matkuliah yang ditambah adalah:

  • Mata kuliah Pengantar Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan berubah menjadi Pengantar Ilmu Informasi dan Perpustakaan.
  • Penambahan mata kuliah Bibliometrika dalam kurikulum prodi ilmu perpustakaan.
  • Pada mata kuliah Perpustakaan Digital ditambahkan materi Kurasi Digital.

 

 

Kegiatan need assesment dilanjutkan dengan kegiatan workshop kurikulum dengan mengundang 2 orang nara sumber yaitu: Dr. Siti Halimah, MA. dari UIN Sumatera Utara Medan, dan Dr. Jonner Hasugian, MA., dari Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2019 bertempat di ruang sidang Fakultas Ilmu Sosial. Kegiatan workshop ini dihadiri oleh para dosen dan alumni dari program studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan para stakeholder dari UNIMED dan STIPPAP serta utusan dari lembaga perpustakaan lainnya. Kegiatan workshop Peninjauan Kurikulum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Prof. Dr. Ahmad Qorib, MA.

 

Dalam presentasinya Dr. Siti Halimah, M.Pd. menyampaikan secara umum proses pengembangan bahan ajar serta penyusunan RPS dengan membagikan Lembar Kerja. Pengembangan matakuliah sesungguhnya merupakan turunan dari pengembangan bahan kajian, CPL, dan profil lulusan.

Penyajian materi terkait bidang ilmu perpustakaan disampaikan oleh Dr. Jonner Hasugian, MA. yang bukan hanya sebagai pakar di bidang ilmu perpustakaan, melainkan juga sebagai seorang asesor akreditasi. Dengan demikian kritik dan masukan dari narasumber menjadi sangat penting karena menyentuh langsung dengan core curriculum dari Library and Information Science (LIS).  

 

  

 

 

Kegiatan workshop kurkulum ini berakhir pada pukul 12.00 siang dengan sesi poto bersama kedua narasumber. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah prodi menyusun Tim Pengembangan Kurikulum dan penyusunan dokumen kurikulum berdasarkan panduan Kemenristekdikti tahun 2019. Dokumen final akan dipublikasikan melalui web program studi untuk sosialisasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.