07 Agustus 2019 20:27 wib

Medan, 3 Agustus 2019

Digilib (digital library) merupakan aplikasi pengelolaan perpustakaan yang dipakai oleh perpustakaan UIN Sumatera Utara sejak tahun 2015. Aplikasi yang dikembangkan oleh Gamatechno ini didukung oleh dana yang bersumber dari Islamic Development Bank (IsDB) pada tahun 2015. Sejak dirancang dan dimanfaatkan oleh perpustakaan hingga sekarang, sistem ini belum pernah dievaluasi sejauh mana efektifitas dan efisiensinya dalam menjalankan fungsi-fungsi dan tugas utamanya dalam pelayanan informasi dan pengelolaan bahan pustaka. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana pustakawan dan pemustaka sebagai pengguna sistem ini dapat menerima Digilib dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi.  

Inilah yang menjadi latar belakang peneliti yang terdiri dari, Dra. Retno Sayekti, MLIS. dan Dr. H. Mardianto, M.Pd., tertarik menggali informasi lebih dalam tentang pemanfaatan sistem Digilib di perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan. Penelitian yang diberi judul "Analisis Penerimaan Sistem Perpustakaan Digilib UIN Sumatera Utara dengan Pendekatan Technology Acceptance Model" ini melibatkan dosen-dosen Ilmu Perpustakaan Muslih Faturrahman, MA. dan Yusniah, MA. serta mahasiswa Nora Junita Azmar dan Azkiya Zahra dalam pengelolaan dan analisis data yang dikumpulkan dari para pengelola perpustakaan UIN Sumatera Utara dan mahasiswa. 

Kegiatan FGD ini diawali dengan penyajian materi pengantar oleh narasumber dari perpustakaan Universitas Sumatera Utara Medan, Mas Irwansyahputra, S.Sos., yang mempresentasikan topik tentang Eksistensi Perpustakaan dalam Era 4.0. Dalam paparan materinya ia berbagi best practice pengembangan dan pemanfaatan aplikasi digital library dari masa ke masa dan bagaimana sistem tersebut mengantisipasi tuntutan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan yang akan datang. Menurutnya, bahwa sistem aplikasi digital library yang dikembangkan dalam era Revolusi Industry 4.0 ini harus mampu berbagi informasi dengan sistem lain pada institusi berbeda agar dapat saling berjejaring dan memberikan kebermanfaatan bersama. Untuk itu, maka sistem aplikasi yang digunakan harus terus menerus dikembangkan dengan melengkapinya dengan inovasi baru, seperti penambahan program OAI-PMH agar data pada sistem dapat diharvest (dituai) oleh aplikasi pengindeks lainnya.  

Setelah pemaparan materi oleh narasumber, para peserta dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok mahasiswa sebagai pengguna Online Public Catalog (OPAC) dan pustakawan sebagai pengguna ftur-fitur pengolahan bahan pustaka.