23 April 2019 06:52 wib

Beberapa Mahasiswa ilmu perpustakaan yang mewakili fakultas Ilmu Sosial FIS UINSU Medan dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan festival nasyid antar fakultas mendapat juara dalam beberapa cabang yang dipertandingkan. 

Mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan yang berhasil meraih juara adalah Zulistya, Elva Husnia, dan Nuril Izza mendapat Juara 2 Kategori Syahril Quran, Umay Juara 2 Kategori Kaligrafi Kontemporer, dan Elva Husnia Juara 2 Kategori Bintang Vokalis.

( Juara 2 Kategori Syahril Qur'an)

(Juara 2 Kategori Bintang Vokalis)

Mahasiswa tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi prodi Ilmu Perpustakaan. Dengan gelar juara yang disandang, mahasiswa diharapkan dapat terus memotivasi diri dan teman-teman yang lain dalam mengikuti perlombaan-perlombaan di dalam lingkungan UINSU maupun di luar lingkungan UINSU. Menurut keterangan sekretaris prodi jurusan bapak Abdul Karim Batubara yang juga pengurus UPTQ Fakultas Ilmu Sosial, bahwa untuk kegiatan MTQ tahun ini terjadi peningkatan  dari tahun lalu, yang mana untuk cabang bintang vokalis dan kaligrafi kontemporer yang tahun lalu juara III sekarang menjadi juara II, sedangkan untuk bidang syahril quran yang tahun tidak mendapat juara, sekarang mendapat juara III.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 04 – 05 April 2019 di Kampus I UINSU dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs H Musa Rajekshah, M.Hum. yang dihadiri oleh Rektor dan pimpinan fakultas. Wagubsu, Musa Rajekshah menyampaikan, rangkaian kompetisi ini merupakan bentuk kecintaan kampus terhadap Alquran. Membangkitkan semangat mahasiswa untuk membaca dan memahami serta mengamalkan kandungan Alquran. “Siapa pun yang menjadi juara pada MTQ ini, saya yakin UIN SU sudahlah termasuk pada pecinta Alquran,” katanya.

Ia menilai, semakin banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari isi dan kandungan Alquran akan membantu dalam melahirkan generasi yang bermartabat di Sumut khususnya. Sehingga dapat terhindar dari kesalahan karena tertanam rasa takut kepada Allah SWT dari pemahaman Alquran. “Kami harap, bisa membangun Sumut dengan masyarakat berkarakter qurani, generasi penerus bangsa yang punya kemampuan dan memberikan kebaikan di masa mendatang,” tandasnya.

Rektor UIN SU, Prof Dr KH Saidurrahman, MAg dalam sambutannya menyampaikan, bermusabaqah berarti bersingeri dalam membumikan Alquran. Selain itu juga bagian dalam upaya mendengarkan ‘qoul’ atau ilmu-ilmu Alquran yang dipahami dan dijadikan pedoman terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia sekaligus mencapai kebahagiaan akhirat. “Berada di UIN SU maka kita harus menjadi cerdas, lalu menjadi muslim sejati dan juga sebagai anak negeri yang siap berbakti bagi negara Indonesia,” pesannya.

Bertemakan membentuk mahasiswa yang beriman dan berakhlakul karimah, rektor berharap kegiatan ini mampu sebagai sarana mahasiswa untuk menjadi pelopor dalam menciptakan peradaban islami di Sumut hingga dunia.