21 September 2018 10:51 wib

Pojok baca jalanan Medan. melaksanakan kegiatan gelar lapak buku di lapangan merdeka medan (25/03/2018). Pojok baca medan adalah salah satu komunitas literasi di Kota Medan yang digagas oleh kumpulan mahasiswa dari beberapa kampus yang mempunyai semangat kepedulian terhadap minat baca masyarakat. Terdiri dari mahasiswa Jurusan Ilmu komunikasi UMSU, jurusan Ilmu Perpustakaan UIN-SU Medan, USU juga mahasiswa Psikologi Potensi utama.

Aditya, fio dan Safwan sebagai salah satu penggagas berdirinya komunitas ini mengatakan bahwa kegiatan komunitas ini merupakan wadah yang diciptakan untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang telah didapat dibangku perkuliahan secara langsung di masyarakat. “ saat ini komunitas kami terdiri dari 7 mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di kota Medan, ada dari UMSU, UINSU, USU, Potensi Utama yang ranah keilmuannya berbeda, ada yang dari Ilmu komunikasi, Ilmu Perpustkaan dan Psikologi” Ujar Fio.

Pojok baca jalanan Medan membuka lapak bukunya setiap hari minggu pukul 06.00-10.00 WIB di sebelah utara Lapang Merdeka Medan, tepat di pinggir lintasan lari yang ada disana.

Tujuan pojok baca jalanan medan menggelar lapak buku dan baca gratis pada awalnya diinisiasi untuk menggelorakan minat baca pada masyarakat, akan tetapi dengan latar belakang yang keilmuan yang berbeda, komunitas ini berharap tidak hanya menghadirkan kegiatan pengetahuan literasi pada tahap membaca, lebih dari itu kedepannya akan mengadakan kegiatan kegiatan sosialisasi kemampuan literasi informasi.

“penting sebagai pengetahuan, bahwa pada dasarnya kemampuan literasi itu menyentuh 4 tahapan yang dikenal sebagai 4 R yaitu reading, writing, arithmathic, Research, pada umumnya tingkat literasi masyarakat indonesia itu masih pada tahap membaca, berbeda seperti di negara maju seperti Singapura dan Amerika yang mana mereka sudah sampai pada tahap-tahap selanjutnya yaitu menulis, berhitung data statistik sampai kepada penelitian, nah jadi kegitan kita ini secara bertahap akan melakukan edukasi kemampuan literasi itu kepada masyarakat, dan tentunya diawali dari menyediakan bahan-bacaan gratis bagi masyarakat luas”. ujar Aditya.

Sejauh ini antusiasme masyarakat sangat baik dalam menyambut kegiatan komunitas ini, perhatian dari para pegiat literasi di Medan pun sudah berdatangan mulai dari Dinas perpustakaan dan Arsip kota Medan, relawan perpustakaan dari UMSU juga pihak-pihak lain seperti guru-guru, dosen dan teman teman yang membantu pengadaan koleksi buku di komunitas ini lewat donasi buku. Fio menambahkan “komunistas ini juga menerima donasi buku untuk nantinya dijadikan bahan bacaan gratis bagi masyarakat dan tentunya setelah kita lakukan penyeleksian bahan bacaan dari segi konten apakah layak atau tidak untuk dibaca masyarakat luas.”