30 Mei 2017 15:31 wib

Pada hari Senin, 8 Mei 2017 Program Studi Ilmu Perpustakaan bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (APTIPI) Indonesia menyelenggarakan Workshop Finalisasi KKNI Rumpun Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Kearsipan, Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan Sains Informasi) Indonesia. Ibu Megawati Santoso, Ph.D, Ketua Tim KKNI DIKTI dan Bapak Ida Fajar Priyanto, MA, Ph.D,  Dosen Program Pascasarjana Manajemen Informasi dan Perpustakaan UGM menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.

          Kegiatan workshop tersebut juga diikuti oleh Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara yang dihadiri oleh sekretaris prodi Abdul Karim Batubara,MA. Sebagai prodi yang baru berusia 2 (dua) tahun, kegiatan workshop tersebut sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan tata kelola prodi khususnya ikut terlibat dalam pembicaraan kurikulum  sekaligus  menyamakan persepsi terhadap kurikulum rumpun Ilmu Perpustakaan yang berbasis KKNI dalam wadah APTIPI.

Kegiatan yang diselenggarakan di Lantai 4 Gedung A Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ini terdiri dari dua sesi yang keseluruhan rangkaian kegiatan dimulai dari pagi hingga malam hari. Sesi pertama berupa pemaparan kurikulum KKNI. Dalam kesempatan ini Ida Fajar Priyanto, MA, Ph.D memaparkan perbedaan mendasar antara  Information Science yang berfokus pada content informasi dan Libray Science yang lebih berfokus pada pengelolaan dan pengemasan dokumenSedangkan, Megawati Santoso, Ph.D menyampaikan perihal Akuntabilitas Pendidikan Tinggi Perpustakaan dan Sains Informasi. Syarat utama setiap institusi atau fakultas dalam mendirikan program studi adalah dengan memerhatikan asas otonomi dan akuntabilitas. Akuntabilitas berarti tanggungjawab fakultas kepada orang tua mahasiswa yang menitipkan putra-putrinya untuk dididik.

Kesadaran untuk mengasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan lapangan pekerjaan juga menjadi penekanan dalam penjelasan Ketua Tim KKNI DIKTI ini. Selain narasumber utama, kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber lain seperti oleh Prof. Sulistyo Basuki, MA, Ph.D Guru Besar Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (UI); Anon Minarni, MIM. Arc./Rec. Pakar Kearsipan Universitas Indonesia; dan Dra. Wina Erwina, MA selaku ketua APTIPI yang juga Dosen Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Padjajaran.

 

???????

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi oleh kalangan pembina dan praktisi ahli. Hani Qonitah, MIMS selaku Information Specialist Exxon Mobil membuka sesi ini dengan menyampaikan sistem kearsipan di Exxon Mobil. Exxon Mobil merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing sehingga sistem yang diterapkan tidak hanya memerhatikan sistem kearsipan di Indonesia, tetapi memerhatikan pula sistem kearsipan dari negara asalnya, yakni Texas, Amerika Serikat. Dilanjutkan oleh Dra. Opong Sumiati, M.Si dari Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI yang menyampaikan tentang perpustakaan dan pustakawan, tujuan adanya Perpustakaan Nasional RI, dan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Tidak ketinggalan pula para Ketua Umum atau perwakilan dari beberapa asosiasi profesi kepustakawanan Indonesia seperti, Farli Elnumeri, M.Hum dari Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi (ISIPII), Budi dari Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI), Johan A.E. Noor, Ph.D dari Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), Alberto Pramukti dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), dan Faizuddin Harliansyah, MIM dari Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (APPTIS).