13 Oktober 2016 19:45 wib
  • akademik

Kegiatan workshop visi dan misi merupakan bagian dari proses penetapan visi dan misi program studi Ilmu Perpustakaan yang secara langsung melibatkan berbagai stakeholder, diantaranya: para pengguna lulusan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara, jurusan Ilmu Perpustakaan USU, perpustakaan UNIMED, orang tua mahasiswa, para dosen pengajar di JIP UIN-SU, dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2016 bertempat di Lantai 2 gedung Pusat Bahasa Arab.

Dunia perpustakaan dan informasi saat ini dihadapkan pada kenyataan akan meledaknya sumber-sumber informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akibat dari perkembangan teknologi. Oleh karena itu, tantangan perpustakaan bukan hanya bagaimana mengelola sumber-sumber informasi tercetak saja, melainkan lebih luas dari itu adalah informasi digital. Perpustakaan perlu memetakan peluang dan tantangan yang akan dihadapinya dalam perkembangan informasi.

Kondisi diatas selayaknya menjadi landasan bagi jurusan Ilmu Perpustakaan dalam menetapkan visi dan misi lembaga yang akan melahirkan tenaga-tenaga professional di bidang perpustakaan yang berbasis pada teknologi informasi. Dengan demikian, maka draft visi dan misi yang telah disusun olrh jurusan Ilmu Perpustakaan UIN-SU perlu disesuaikan dengan perkembangan mutakhir pasar di bidang perpustakaan dan informasi tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya Islam yang menjadi kekhasan jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara yang akan membedakan dengan alumni jurusan yang sama dari Universitas Sumatera Utara.

Sebagai sebuah pernyataan visi, sebaiknya lebih singkat dan mudah diingat dengan timeline yang tidak terlalu panjang. Timeline dan scope wilayah pada visi bisa dihapus dan tak harus disebutkan.

Hal lain yang harus menjadi pertimbangan bagi jurusan Ilmu Perpustakaan (JIP) adalah munculnya PP no 18 tahun 2016 tentang perangat daerah dan UU no 23 tahun 2014 tentang Perangkat Daerah. PP dan UU tersebut membuka peluang pasar yang sangat luas dalam bidang perpustakaan yang akan berimplikasi pada kebutuhan terhadap alumni JIP yang sangat besar.  Dengan PP dan UU ini, dalam waktu dekat lembaga perpustakaan akan menjadi Dinas, dan daerah-daerah Kabupaten akan banyak mendirikan perpustakaan-perpustakaan Kabupaten/Kota. Namun demikian, karena kondisinya saat ini perpustakaan di tingkat Kabupaten (Daerah) masih jauh dari implementasi teknologi, dan tenaga pengelola (SDM) yang belum professional, maka JIP selayaknya tidak meninggalkan standar-standar yang konvensional dalam pengelolaan sumber-sumber informasi cetak.

Jika merujuk pada pengalaman JIP pada Universitas Indonesia, orientasi program studi lebih menitikberatkan pada keterampilan interaksi sosial, sebab jurusan tersebut berada dibawah naungan Fakultas Ilmu Budaya. Dengan demikian, JIP pada UIN Sumatera Utara juga selayaknya menggabungkan antara keterampilan teknologi informasi dan interaksi sosial. Disini menjadi landasan bagi pentingnya pengajaran keterampilan literasi informasi, termasuk web literasi. Sejalan dengan itu, maka pengembangan kurikulum dalam bidang literasi informasi dan strategi pengajarannya menjadi sangat penting.

Berdasarkan berbagai masukan dan pertimbangan praktis kondisi perpustakaan pada saat ini dan untuk mengantisipasi perkembangan dunia perpustakaan dan informasi pada masa yang akan datang, serta pada saat yang sama harus menyesuaikan dengan visi dan misi universitas dan fakultas Ilmu sosial, maka disepakati bersama oleh para stakeholder tersebut rumusan visi jurusan Ilmu Perpustakaan sebagai berikut:

Visi:

Menjadi pusat pembelajaran profesional dalam bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi berdasarkan nilai-nilai Islam”.

Ungkapan ‘pusat pembelajaran’ yang diambil dari visi universitas sebagai ‘masyarakat pembelajar’ (learning society) harus dielaborasi untuk meliputi hal-hal berikut ini:

  • Pendidikan sebagai sebuah kebutuhan, sejalan dengan konsep belajar seumur hidup (long life learning)
  • Riset sebagai sebuah kebutuhan, dan
  • Pengabdian masyarakat atau sosialisasi ilmu pengetahuan.

Ungkapan ‘profesional’ berarti bahwa jurusan ilmu perpustakaan sebagai lembaga yang memproduksi lulusan bidang perpustakaan dan informasi harus dikelola secara professional, oleh sumber daya manusia yang professional, yang pada akhirnya diharapkan akan menghasilkan yang professional pula. Untuk itu maka diperlukan penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pembelajaran yang memenuhi kualifikasi standar minimal pendidikan.

Ungkapan ‘perpustakaan berbasis teknologi informasi’ menunjukkan bahwa tuntutan kebutuhan pasar dalam mengelola perpustakaan untuk masa kini, apalagi masa yang akan datang, tidak bisa dipisahkan antara entitas perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi dengan perkembangan teknologi informasi. Perpustakaan dan teknologi informasi menjadi satu kesatuan utuh (terintegrasi) yang harus bisa diakomodir oleh lembaga pendidikan dalam menghasilkan lulusan pada masa yang akan datang.

Ungkapan ‘berdasarkan nilai-nilai Islam’ akan menjadi ciri khas utama yang akan memberi warna baik dalam karakter kepribadian, sikap maupun tata nilai yang harus dimiliki oleh lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan. Lebih dari itu, implementasi nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi juga memuat makna bahwa lulusan JIP UIN-SU harus mampu mengembangkan konsep klasifikasi dalam bidang kajian Islam yang belum terakomodir didalam sistem klasifikasi, tajuk subyek, maupun standar thesaurus yang ada. Dengan demikian, diharapkan ada produk yang bisa dilahirkan dari para mahasiswa atau lulusan JIP UIN-SU. Hal ini juga berimplikasi pentingnya pembekalan dalam ilmu-ilmu keislaman dan bahasa Arab sebagai media komunikasi ilmiahnya.     

Adapun rumusan misi sebagai uraian dari visi tersebut diatas adalah sebagai berikut:

Misi:

  1. Melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran yang professional dalam menyiapkan tenaga ahli dalam bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan;
  2. Melaksanakan penelitian dalam bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi sesuai dengan Standar Nasonal Penelitian;
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi berdasarkan pada Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat;
  4. Menjalin kerja sama dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi dengan berbagai lembaga terkait.